Senin, 20 Juli 2009

Cafe Of Love

Café of Love....
Written By
Michael Paulus

6/11/07
Sebenarnya, aku sudah sangat lelah untuk jatuh cinta lagi. Sudah banyak kenangan pahit yang kujalani karena cinta, walaupun banyak juga yang meninggalkan kenangan manis. Tapi tetap saja perasaan takut untuk kembali mencintai selalu hadir setiap saat. Saat itu aku benar-benar takut jatuh cinta.

7/11/07
Hari ini, sembari menghabiskan waktu luang, seperti biasa nya aku menulis puisi. Puisi cinta yang tentu nya sudah menjadi tema yang paling banyak dalam kumpulan puisi-puisi yang ku buat. Namun kali ini aku juga membuat puisi kesedihan dan banyak keluh kesah yang kuungapkan. Aku tak tahan lagi!! aku butuh seseorang dalam hari-hari ku yang bisa menemani ku dalam saat apapun. Aku butuh cinta..
Aku sadar bahwa aku mulai kesepian..
Hari sudah kian gelap, tak ada yang bisa kulakukan. Aku hanya bisa duduk termenung. Saat itu aku teringat kenangan-kenangan indah bersama mantan kekasih ku. Dan itu membuat ku menangis. Entah kenapa.
Namun aku harus bangkit dan melupakan segala kejadian buruk ang pernah terjadi. Aku harus melanjutkan lagi hidup ini. Patah hati kali ini membuat ku benar-benar terpuruk

10/11/07
Setumpuk kesibukan menanti ku di sekolah hari ini. Rasa lelah kurasakan semakin menjadi-jadi, namun tiba-tiba perasaan suntuk, lelah, marah yang kurasakan hari ini hilang dalam sekejap setelah aku melihat sosok perempuan cantik yang menarik perhatian ku di sebuah café dekat sekolahku . Ya!! Aku rasa aku merasakan perasaan itu lagi. Mungkin ini cinta pada pandangan pertama yang pertama kali kurasakan. Aku belum pernah merasaan jantung yang berdebar seperti yang aku rasakan seperti sekarang ini sebelumnya. Senyum nya, rambut nya, wajah nya yang cantik. Dia terlihat masih seumuran dengan ku, yah mungkin juga lebih tua dari umur ku beberapa tahun. Dia kelihatan seperti anak kuliahan dilihat dari penampilannya. Dari luar dia benar-benar membuatku terpesona..Oh my God, She’s making me blush. Aku terdiam dan terpaku untuk beberapa saat dan kadang mencuri pandang kearah nya. Tapi ada satu yang mebuatku kecewa. Dia bersama seorang laki-laki. Aku tidak tahu siapa laki-laki itu. Mungkin kekasih, teman, atau saudara nya, yang jelas mereka kelihatan sangat akrab. Dan aku hanya bisa diam dan terpaku melihatnya tanpa tahu harus berbuat apa.
Sepanjang malam ini aku menghabiskan waktu mengingat dan memikirkan sosok perempuan yang tadi kutemui. Sosok yang benar membuat ku terpesona. Dan tidak bisa tidur malam ini. Hahaha, aku rasa aku benar-benar sedang jatuh cinta.

11/11/07
Ketagihanku minum kopi benar-benar membuatku kewalahan.Setiap pagi dan sore hari, minum kopi menjadi menu yang wajib. Seperti kecanduan. Sore ini aku berencana bersama teman pergi ke café seusai sekolah. Bersama 2 orang teman ku, aku menghabiskan waktu di sana sambil meceritakan kejadian hari kemarin yang membuat teman-teman ku begitu penasaran melihat sosok perempuan itu. Kutunggu dan terus kutunggu tapi dia tak kunjung dating. Kami memutuskan untuk pulang. Dengan kekecewaan tentu saja.

13/11/07
Sudah lama aku merindukan sosoknya, dan perasaan ini mengatakan ingin bertemu kembali. Dan aku berharap saat itu akan segera tiba.

16/11/07
Aku merasa kisah ini seperti kisah kasih yang tak sampai. Aku hanya bisa duduk diam, menunggu kedatangan nya di café yang sama tanpa melakukan sebuah tindakan yang lain. Biasa nya aku terkesan agresif dalam percintaan, ya agresif. Teman-teman ku yang mengatakannya. Aku tidak bisa melakukan apa-apa, aku tidak tahu dimana dia tinggal, berapa nomer telpon nya atau yang lain nya. Hampir setiap hari seusai sekolah aku menunggu nya. Namun aneh nya aku tidak pernah bosan.

17/11/07
Hari ini aku merasakan kebosanan pada tingkat puncaknya. Keseharian ku yang berputar-putar seperti ini benar-benar membuat ku tidak tahan. Hampir setiap hari aku melakukan hal yang sama, tanpa ada hal yang menarik lain yang bisa kulakukan.
Tapi tunggu dulu, aku rasa hari ini Tuhan mendengar doa ku selama ini. Ya, hari ini seperti biasa aku ke café. Dan aku rasa melihat sosok perempuan yang selama ini kucari-cari. Perempuan itu!! Kali ini dia datang sendirian. Lega rasanya, sekaligus gembira yang luar biasa.
Tanpa pikir panjang, aku duduk di meja dekat dengan meja nya, jantung serasa berdetak kencang sekali. And I don’t know what to do. Kemudian aku berkata dalam hati, aku harus bisa berbuat sesuatu dan lebih berani. Setidaknya untuk mengajak nya berkenalan. Kelihatan gila mungkin, tapi hal ini sudah menjadi hal biasa buatku. Mungkin karena sikap agresif yang ku miliki itu. Tanpa pikir panjang aku iseng bertanya “suka kopi juga ya”, dan untunglah dia mau menjawab dengan ramah. Dia menjawab dengan senyum manis nya dan berkata iya. Aku minta ijin bergabung di meja nya, dan dia bersedia. Kami mulai berkenalan satu sama lain. Ternyata nama nya Siska dan dia ternyata satu sekolah dengan ku namun berbeda satu tingkat. Anehnya aku jarang melihat sosoknya di sekolah. Mungkin karena sekolahku yang besar dan banyak murid nya. Kami mulai mengobrol apa saja, walaupun masih agak canggung tentu saja.
Sesampainya di rumah aku membayangkan betapa bahagia nya aku tadi, sampai-sampai aku sering tersenyum sendiri dan kemudian orang di rumah mulai meledek ku habis-habisan. Ya, kami biasa melakukannya.

24/11/07
Aku mulai tahu kebiasaan nya pergi ke café, yaitu setiap hari selasa seusai sekolah selesai.
Hari ini, aku menyapanya lagi, dia pun kali ini tampak lebih ramah dari sebelumnya. Aku senang sekali.
Obrolan kami kali ini lebih banyak dari sebelumnya, kami banyak bercerita kegiatan-kegiatan atau kesibukan kami masing-masing, membicarakan hobi, dan banyak lagi.

25/11/07
Aku memutuskan untuk mencari dia di sekolah, dan aku menemukannya. Waktu jam istirahat dimulai, kami mengobrol sambil pergi ke kantin. Makan bersama, mengobrol bersama. Aku rasa dia mulai menyukai sosok ku, tapi mungkin hanya untuk sebatas teman biasa.

04/12/07
Hari berganti hari, sekarang kami jarang bertemu di sekolah karena dia banyak kegiatan dan mulai di sibukkan dengan hari-hari menjelang Ujian Akhir. Aku bisa mengerti soal itu.

07/12/07
Kadang kami masih bertemu di café, seperti biasa menhabiskan waktu bersama, tapi aku belum berani mengungkapkan kalau aku sudah menyukai nya sejak pertama kali bertemu dengan nya. Aku juga takut untuk jatuh di lubang yang sama.
Apa perasaan ini harus kupendam dalam-dalam atau harus kuungkapkan? Guess what? Aku memilih untuk menjalani nya seperti air yang mengalir. Jika berjalan dengan baik dan perasaan cinta ini tumbuh lebih dalam lagi, aku akan segera menyaakan cinta kepada nya. Tapi kalau tidak? Let’s see what will happen…….

1 komentar:

bdgsmart mengatakan...

Catatan harian yang sangat bagus dan jelas terungkap dari hati dengan alur yang menarik. Tetap semangat ya....